Pasangan mata uang GBP/USD secara tak terduga naik sebesar 100 pip selama seminggu terakhir, meskipun sebagian besar data makroekonomi mengecewakan bagi pound Inggris. Yang patut diingat adalah laporan mengenai pengangguran dan inflasi, yang memicu pesimisme utama terkait prospek pound. Namun, anehnya, mata uang Inggris tersebut tidak hanya mampu bertahan, tetapi bahkan mengalami penguatan. Hal ini dapat dijelaskan secara sederhana. Pada minggu sebelumnya, pound telah kehilangan sekitar 300 pip, dan kami meyakini bahwa pasar telah memperhitungkan laporan inflasi tersebut, sehingga meniadakan urgensi bagi Bank of England untuk memperketat kebijakan pada bulan depan.
Pada titik ini, kami dapat menyimpulkan hal berikut. Semua data terpenting di Inggris Raya telah dipublikasikan. Di Amerika Serikat, pada minggu ini hanya akan terdapat beberapa laporan yang tingkat signifikansinya relatif sedang, yang tidak akan memengaruhi gambaran teknikal maupun sentimen para pelaku pasar secara drastis. Peristiwa paling menarik pada minggu ini adalah pidato yang akan disampaikan oleh Gubernur Bank of England, Andrew Bailey, pada hari Jumat. Bailey jarang tampil berbicara di hadapan publik; oleh karena itu, setiap kesempatan seperti ini memiliki bobot yang jauh lebih besar dibandingkan dengan pidato-pidato yang disampaikan oleh Powell ataupun Lagarde. Terlebih, pasar telah mengetahui apa yang dapat diharapkan dari Federal Reserve dan Bank Sentral Eropa pada bulan Juni, tetapi masih belum jelas apa yang dapat diharapkan dari Bank of England (BoE).
Di satu sisi, laju inflasi di Inggris telah melambat hingga 2,8%, sehingga menjadikannya tidak praktis untuk memperketat kebijakan moneter. Di sisi lain, perlambatan inflasi tersebut bisa jadi hanya bersifat kebetulan semata. Bailey dapat memberikan arahan kepada pasar terkait keputusan bank sentral pada pertemuan berikutnya. Namun, bahkan pidato Bailey pun akan tergeser ke posisi sekunder. Faktor geopolitik akan tetap mendominasi sorotan utama. Secara khusus, pada hari Senin, poundsterling Inggris mungkin akan terus menguat di tengah meningkatnya optimisme mengenai tercapainya kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat.
Selama akhir pekan, Trump mengumumkan melalui media sosial bahwa kesepakatan dengan Teheran hampir tercapai, dengan hanya menyisakan beberapa detail kecil yang perlu dibahas. Oleh karena itu, pada minggu ini, dokumen tersebut (memorandum kesepahaman) kemungkinan akan ditandatangani; setelahnya, kedua belah pihak akan melanjutkan pembahasan menuju kesepakatan damai yang menyeluruh dan berjangka panjang, sembari secara bersamaan membuka kembali Selat Hormuz. Namun, bisakah kita memastikan bahwa segalanya akan berjalan semulus yang diisyaratkan oleh Trump? Belum ada bukti nyata mengenai hal ini yang muncul dari pihak Iran. Kami tidak akan terkejut jika para pejabat tinggi di Teheran mengumumkan hari ini bahwa belum ada kesepakatan yang terjalin, dan bahwa Selat Hormuz akan tetap diblokade. Kejadian-kejadian semacam ini telah berulang kali terjadi selama beberapa minggu terakhir.
Dengan demikian, kami tidak memperkirakan akan terjadi penurunan signifikan pada nilai dolar AS pekan ini, kecuali jika sebuah kesepakatan benar-benar ditandatangani—sekalipun kesepakatan tersebut hanya bersifat sementara atau sekadar merupakan kerangka kesepakatan. Hal yang sama berlaku bagi potensi penguatan dolar AS; penguatan tersebut hanya dapat diperkirakan terjadi jika muncul lagi disinformasi dari Trump, atau jika permusuhan kembali pecah di kawasan Timur Tengah.
Rata-rata volatilitas pasangan GBP/USD selama 5 hari perdagangan terakhir sebesar 82 pip. Bagi pasangan pound/dolar, nilai ini tergolong "rata-rata". Pada hari Senin, 25 Mei, kami memperkirakan pergerakan akan terbentuk dalam kisaran yang dibatasi oleh level 1,3348 dan 1,3512. Channel atas regresi linear mengarah ke atas, mengindikasikan adanya pemulihan tren naik. Indikator CCI belum membentuk sinyal apa pun belakangan ini.
Level support terdekat:
S1 – 1,3428
S2 – 1,3367
S3 – 1,3306
Level resistance terdekat:
R1 – 1,3489
R2 – 1,3550
R3 – 1,3611
Rekomendasi Trading:
Pasangan mata uang GBP/USD telah mengalami penurunan tajam, sehingga tren naik saat ini tidak lagi relevan. Kebijakan-kebijakan Trump akan terus memberikan tekanan pada perekonomian AS; oleh karena itu, kami tidak memprediksi adanya pertumbuhan jangka panjang bagi mata uang Amerika tersebut. Namun, tahun 2026 mungkin masih akan terbukti sangat positif bagi dolar. Dengan demikian, posisi long dengan target di level 1,3489 dan 1,3512 dapat dipertimbangkan ketika harga berada di atas garis moving average. Sebaliknya, ketika harga berada di bawah garis moving average, posisi short dapat diambil dengan target di level 1,3367 dan 1,3348, berdasarkan pertimbangan faktor geopolitik. Situasi pasar sering kali berubah-ubah; pasar terus memantau terutama berita-berita geopolitik, yang karakteristiknya tidak selalu konsisten.
Penjelasan ilustrasi:
Channel regresi linear membantu menentukan tren saat ini. Jika kedua channel tersebut mengarah ke sisi yang sama, maka tren saat ini sedang kuat;
Garis moving average (dengan pengaturan 20,0, diperhalus) menentukan tren jangka pendek serta arah trading yang sebaiknya dilakukan saat ini;
Level Murray merupakan level target bagi pergerakan harga dan koreksi;
Level volatilitas (garis-garis merah) mengindikasikan kemungkinan channel harga tempat pasangan mata uang tersebut akan bergerak selama 24 jam ke depan, berdasarkan metrik volatilitas terkini;
Indikator CCI – pergerakannya memasuki area oversold (di bawah -250) atau area overbought (di atas +250).