empty
 
 
24.07.2026 07:06 PM
EUR/USD – Analisis Smart Money: Euro Terus Melemah

This image is no longer relevant

EUR/USD masih bergerak dalam impuls bearish lokal yang dimulai pada 17 April. Selama tiga minggu terakhir, pihak pembeli hanya mampu sedikit menekan mundur seller. Meskipun sempat ada upaya untuk naik lebih tinggi, pergerakan tersebut tidak menunjukkan keyakinan yang kuat. Hari ini menandai hari ketujuh berturut-turut pelemahan baru euro, dan dalam beberapa minggu terakhir para pembeli menunjukkan kekuatan yang sangat terbatas. Liquidity sweep terbaru mengisyaratkan probabilitas tinggi bahwa pergerakan turun akan kembali berlanjut. Sulit untuk menentukan seberapa kuat atau seberapa lama penurunan berikutnya akan berlangsung, namun seller memiliki satu target penurunan yang jelas—swing low terakhir di 1,1325. Liquidity sweep di bawah level tersebut dapat kembali membuka peluang bagi para pembeli untuk merebut kembali kendali pasar.

Dari sudut pandang fundamental, saya masih melihat sedikit sekali pembenaran atas berlanjutnya dominasi seller. Perkembangan geopolitik memang tetap mengecewakan, namun kecil kemungkinan menjadi pendorong utama bagi pelaku pasar, mengingat gencatan senjata sementara dan dibukanya kembali Selat Hormuz hanya menarik perhatian pasar secara terbatas. Kemarin, European Central Bank (ECB) memutuskan untuk mempertahankan kebijakan moneternya tanpa perubahan, namun keputusan ini hampir tidak bisa disebut sebagai langkah dovish. Perlu diingat juga bahwa Federal Open Market Committee (FOMC) belum memulai siklus kenaikan suku bunga, dan waktu pelaksanaan kenaikan berikutnya pun masih belum jelas. Selain itu, data PMI Jerman dan kawasan euro yang dirilis hari ini tercatat lebih kuat dari perkiraan dan berpotensi mendukung euro. Kendati demikian, justru U.S. dollar—bukan euro—yang terus menguat.

Perlu diingat pula bahwa data pasar tenaga kerja AS terbaru tergolong lemah, sementara laporan inflasi menunjukkan moderasi lanjutan dalam laju kenaikan harga. Penciptaan lapangan kerja tetap lesu. Dalam tiga bulan terakhir, perekonomian AS menciptakan sekitar 100.000 lapangan kerja lebih sedikit dibanding yang diantisipasi pelaku pasar. Dengan demikian, perlambatan di pasar tenaga kerja dan inflasi memunculkan keraguan terhadap kelanjutan pengetatan kebijakan moneter oleh FOMC. Dalam kondisi saat ini, seller tidak bisa lagi semata-mata bergantung pada kebijakan Federal Reserve untuk membenarkan kekuatan U.S. dollar.

Perkembangan geopolitik tetap menjadi faktor sekunder; jika tidak, U.S. dollar seharusnya sudah menguat jauh lebih awal. Teheran dan Washington telah menarik diri dari kesepakatan 17 Juni, namun hal ini tidak terlalu mengejutkan pasar. Donald Trump mencabut otorisasi ekspor minyak Iran, memberlakukan kembali pembatasan terhadap pengiriman laut Iran, sementara Iran kembali menutup Selat Hormuz dan melanjutkan serangan terhadap kapal-kapal yang mencoba melintas. Sebulan yang lalu, pasar gagal mewujudkan pelemahan U.S. dollar yang secara luas diperkirakan akan terjadi setelah meredanya ketegangan geopolitik, sama seperti pasar tidak memberi penghargaan berarti pada euro setelah pengetatan kebijakan ECB enam minggu sebelumnya. Para penjual tetap memegang kendali meskipun latar fundamental dan geopolitik secara keseluruhan tidak sepenuhnya mendukung posisi mereka. Kini, memanasnya kembali ketegangan geopolitik setidaknya menyediakan justifikasi formal untuk kelanjutan pergerakan turun. Namun menurut saya, pasar kembali menetapkan perkembangan geopolitik yang sebenarnya sudah tercermin dalam harga—atau justru belum benar-benar terwujud.

Gambaran teknikal saat ini masih menegaskan keberlanjutan impuls bearish yang dimulai pada 17 April. Bearish Imbalance 17 belum ter‐mitigasi, sementara Imbalance 18 menjadi tidak valid setelah rilis data tenaga kerja AS yang lemah. Belum terbentuk pola bullish apa pun, dan kecil kemungkinan pola tersebut muncul dalam beberapa hari ke depan mengingat lemahnya momentum pasar. Buyer mungkin akan melanjutkan pemulihan korektif menuju Imbalance 17, namun saat ini belum ada dasar teknikal yang cukup andal untuk diperdagangkan. Likuiditas sudah disapu di bawah level rendah 1 Agustus tahun lalu (garis merah pada grafik), dan kemudian disusul sapuan di atas level tinggi 2 Juli. Akibatnya, para penjual masih memiliki alasan teknikal untuk tetap aktif, meskipun belum terbentuk pola bearish baru.

Kalender ekonomi hari Jumat kembali menghadirkan beberapa rilis yang secara teori bisa mendukung euro, seperti halnya sehari sebelumnya. Enam rilis PMI Jerman dan kawasan euro seluruhnya melampaui ekspektasi pasar. Namun demikian, euro tetap gagal memanfaatkan data yang lebih kuat tersebut. Hal ini semakin menguatkan pandangan saya bahwa pasar saat ini hampir tidak menghiraukan rilis makroekonomi. Para penjual terus mendominasi tanpa adanya katalis fundamental yang jelas.

Para pembeli masih memiliki banyak argumen jangka panjang yang mendukung mereka pada 2026, dan konflik di Timur Tengah tidak secara fundamental mengubah gambaran tersebut. Secara struktural dan strategis, kebijakan Trump—yang berkontribusi terhadap pelemahan tajam U.S. dollar tahun lalu—sebagian besar masih tidak berubah. Saat ini, saya melihat sangat sedikit pendorong jangka panjang yang benar-benar kuat untuk mendukung U.S. dollar, sekalipun sikap FOMC relatif hawkish. Namun, para penjual masih memegang kendali, sementara sinyal trading bullish tetap belum tampak.

Kalender Ekonomi

Jerman

  • Ifo Business Climate Index (08:00 UTC)

Amerika Serikat

  • Durable Goods Orders (12:30 UTC)

Kalender ekonomi untuk 26 Juli hanya memuat dua rilis data, dan keduanya kecil kemungkinan akan menarik perhatian pasar secara signifikan. Buyer saat ini mengabaikan kabar ekonomi yang positif, sementara seller tetap mendominasi tanpa dukungan yang memadai dari faktor fundamental. Akibatnya, dampak data ekonomi terhadap sentimen pasar pada hari Senin diperkirakan akan sangat kecil atau bahkan nyaris tidak ada.

Prakiraan dan Kiat-kiat Trading EUR/USD

Menurut pandangan saya, EUR/USD masih berada dalam proses pembentukan tren bullish jangka panjang. Meskipun latar fundamental berbalik tajam menguntungkan seller lima bulan lalu, tren yang lebih besar belum dapat dianggap batal atau selesai. Dengan demikian, para pembeli berpotensi melancarkan kenaikan baru setelah sapuan likuditas di bawah ayunan rendah yang jelas terdefinisi. Namun, membuka posisi long pada tahap saat ini tidaklah bijak dan belum cukup aman. Lebih baik menunggu terbentuknya pola harga bullish yang terkonfirmasi sebelum mempertimbangkan long entri. Untuk saat ini, satu-satunya setup teknikal aktif yang tersedia bagi seller tetap Bearish Imbalance 17, yang belum ter‐mitigasi.

Ringkasan
Urgensi
Analitik
Grigory Sokolov
Mulai berdagang
Dapatkan keuntungan dari perubahan nilai mata uang kripto dengan InstaForex.
Unduh MetaTrader 4 dan buka perdagangan pertama Anda.
  • Grand Choice
    Contest by
    InstaForex
    InstaForex always strives to help you
    fulfill your biggest dreams.
    GABUNG KONTES
  • Chancy Deposit
    Isi akun Anda sebesar $3000 dan dapatkan $4000 lebih banyak!
    Pada Juli kami mengundi $4000 dalam promo Chancy Deposit!
    Dapatkan kesempatan untuk menang dengan melakukan deposit sebesar $3000 pada akun trading Anda. Setelah memenuhi persyaratan ini, Anda telah menjadi partisipan promo.
    GABUNG KONTES
  • Trade Wise, Win Device
    Top up akun anda dengan dana minimal $500, daftar kontes, dan dapatkan peluang untuk memenangkan perangkat seluler.
    GABUNG KONTES
  • 30% Bonus
    Raih bonus 30% setiap kali anda top up
    DAPATKAN BONUS

Artikel yang direkomendasikan

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.
Widget callback